Your Ad Here for Free

Senandung

Capailah hari-hari itu

Senandung bergentayangan kesana kemari, memenuhi setiap rongga
Nafas menyesakan, langkah harus terus mendekati tujuan
sekarang hari berangkat senja, malam pasti lelapkan bumi

aku belum juga pejamkan mata, walau angin berhembus lambat
menyegarkan hari-hari yang makin sunyi.

aku sendirian, mengenang kemarin untuk membayangkan esok
secerah atau sesuram apakah hari esok

ingin sempurna dalam angan yang bermodalkan kerlip lilin saja

Sunyikan hati 6 mei 2008

Untuk Kamu

Asa bercokol erat, aku membawanya kemana aku pergi.
Egois sekali aku yang menepuk dada katakan aku adalah aku
bukan mereka, kalian bahkan dia atau kamu.
sementara aku ada untuk mereka, dia, kalian dan kamu

maafkan aku yang tidak bisa lebih dari yang kamu inginkan
kutulis ini sambil dengarkan lagu ’seperti matahari’ yang dinyanyikan Iwan Fals

hatiku malu pernah menjanjikan langit untukmu
pernah kujanjikan bulan
pernah kujanjikan …

Aku tak sempurna untukmu

lakukanlah yang terbaik untukmu
jangan lakukan yang kamu Inginkan
karena aku belum bisa jadi yang terbaik dari yang kamu inginkan
karena aku masih egois, pengecut, pecundang.

Maafkan aku

6 Mei 2008

KESABARAN

KESABARAN
*****************
Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing nggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu

Aku hendak berbicara
Suaraku hilang, tenagaku terbang
Sudah! tidak jadi apa apa!
Ini dunia enggan disapa, ambil peduli

Keras membeku air kali
dan hidup bukan hidup lagi

Kuulangi yang dulu kembali
Sambil bertutup telinga, berpicing mata
Menunggu reda yang mesti tiba

Chairil Anwar – Maret 1943